Oleh Stephanie Pappas, Penulis Senior LiveScience | LiveScience.com
Gletser di Pegunungan Andes melemah pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam tiga puluh tahun terakhir.
Kesimpulan
tersebut diambil berdasarkan rincian penelitian terbaru yang
menggabungkan penelitian di lapangan dengan foto satelit dan udara,
catatan sejarah dan masa inti es yang diambil dari gletser. Kondisi
tersebut lebih buruk di Andes dibandingkan rata-rata menyusutnya gletser
di seluruh dunia, demikian laporan para peneliti pada 22 Januari dalam
jurnal “The Cryosphere”.
"Gletser
di Tropical Andes telah menghilang rata-rata antara 30-50 persen
(tergantung pada rentang pegunungan) dari permukaannya sejak akhir
70-an," menurut pengamatan peneliti Antoine Rabatel, ilmuwan dari
Laboratory for Glaciology and Environmental Geophysics di Grenoble,
Prancis, dalam sebuah email kepada LiveScience.
Gletser sensitif
Pegunungan
Andes di Amerika Selatan adalah tempat 99 persen gletser tropis, yakni
sungai es permanen di ketinggian yang cukup tinggi, yang tidak akan
terpengaruh oleh jenis suhu sejuk yang biasanya ada di daerah tropis.
Meski demikian, Rabatel mengatakan, gletser sangat sensitif terhadap
perubahan iklim, karena ada sedikit musim daerah tropis.
"Gletser
di Andes tropis bereaksi keras dan lebih cepat daripada gletser lain di
Bumi untuk setiap perubahan kondisi iklim," katanya.
Untuk
mengumpulkan cerita dari gletser selama berabad-abad lalu, Rabatel dan
rekan-rekannya menggunakan data berbeda. Catatan sejarah dari permukim
awal menunjukkan batas-batas gletser, seperti halnya data inti es yang
diambil dengan cara pengeboran ke dalam lapisan es tahunan yang
membentuk gletser.
Bahkan lumut (organsisme simbiosis yang
berasal dari jamur dan ganggang atau bakteri) yang bertahan hidup pada
bebatuan, atau moraine, yang terbentuk di sekitar gletser memiliki kisah
yang menarik. Peneliti dapat menggunakan lumut tersebut untuk
menentukan berapa lama batu tertutup dan terbebas dari es.
Foto
udara pada 1950-an dan pencitraan satelit dari era 1970-an juga melacak
gerakan gletser. Akhirnya, pengamatan berbasis darat dan langsung
dilakukan pada banyak gletser sejak 1990-an.
Pelemahan Gletser
Semua
data mengungkapkan kisah es yang mencair. Gletser Andes mencapai luas
maksimal dalam zaman Little Ice Age, sebuah periode pendinginan yang
berlangsung dari sekitar abad 16 hingga 19. Di daerah tropis luar Peru
dan Bolivia, gletser mencapai titik maksimal mereka pada 1600-an,
menurut temuan para peneliti. Gletser tertinggi Andean mencapai maksimal
pada 1730-an atau sekitar itu, sedangkan gletser elevasi yang lebih
rendah mencapai puncaknya sekitar 1830-an.
Sejak itu, gletser
secara bertahap melemah, dengan periode mencair yang cepat pada 1800-an
dan yang kedua, jauh lebih besar, di periode pencairan yang cepat dalam
tiga dekade terakhir. Sejak 1970-an, gletser mengikuti pola periode
pencairan yang lebih cepat dalam jarak dua sampai tiga tahun, di antara
pelemahan yang lebih lambat dan sesekali bertambah (atau tumbuh).
Rata-rata keseluruhan adalah negatif secara permanen selama 50 tahun
terakhir, tulis para peneliti.
Rata-rata es yang menghilang
antara 30-50 persen bervariasi dari gletser ke gletser, tutur Rabatel.
Beberapa gletser kecil benar-benar telah menghilang, seperti gletser
Chacaltaya di Bolivia, yang dulunya resor ski tertinggi di dunia, namun
menghilang pada 2009.
Gletser dengan ketinggian yang lebih rendah
dari 5400 meter di atas permukaan laut mencair dua kali lebih cepat
dari gletser yang lebih tinggi. Gletser-gletser rendah ini, yang
membentuk mayoritas gletser Andes, diperkirakan akan punah dalam
beberapa tahun atau dekade ke depan, tutur Rabatel.
Curah hujan
di wilayah tersebut tidak berubah, menurut temuan para peneliti, namun
suhu meningkat hampir 0,2 derajat Fahrenheit (0,1 derajat Celsius) per
dekade selama 70 tahun terakhir. Hal itu berarti panas atmosfer membuat
gletser melemah.
Hilangnya gletser yang terus meningkat adalah
masalah utama bagi masyarakat yang tinggal di daerah barat Andes yang
kering, tutur Rabatel.
"Pasokan air dari rangkaian pegunungan
gletser yang tinggi penting untuk konsumsi pertanian dan domestik, serta
untuk pembangkit listrik tenaga air," tulisnya.
Minggu, 27 Januari 2013
Gletser Andes Mencair Terlalu Cepat
Diposting oleh Firrizqi Pratama pukul 20.16.00
Label: Info Menarik, News
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar