Pyzam Blogger Templates , Twitter Backgrounds And Vish Cyber Blog�
Tampilkan postingan dengan label Tips n Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips n Trik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Januari 2013

Tips Lulus SNMPTN

Ujian Nasional sudah di depan mata… Selain mempersiapkan UN, pasti kalian juga sudah mulai mempersiapkan untuk menuju ke tahap berikutnya yaitu SNMPTN. Persaingan untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) itu sangat ketat karena secara umum PTN tetap menjadi pilihan utama sebagian besar lulusan SLTA/SMU jika dikaitkan dengan pertimbangan kualitas dan biaya.
Oleh karena itu, agar dapat masuk ke PTN pilihanmu maka kamu harus dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Ada beberapa tips yang dapat kamu terapkan untuk menembus SNMPTN antara lain :

1.  Minat
Minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Jika kamu sudah memiliki minat yang besar pada sesuatu, misalnya minat untuk masuk jurusan Teknik Mesin, maka kamu pasti akan mempunyai kemantapan hati yang tinggi untuk mencapai keinginan tersebut. Oleh karena itu, niatkan dan mantapkan hatimu untuk meraih impianmu tersebut.

2. Penguasaan Materi
Untuk dapat mengerjakan soal-soal SNMPTN, tidak ada jalan lain kecuali harus menguasai materi/konsep dengan sebaik-baiknya. Hindari belajar terlalu keras sehari sebelum ujian dimulai. Persiapkan diri untuk belajar jauh hari sebelumnya agar ketika ujian, otak kamu akan lebih fresh. Berlatihlah untuk mengerjakan soal-soal SNMPTN tahun-tahun sebelumnya. Biasanya soal SNMPTN bersifat standard an sering kali berulang.

Buatlah target yang jelas pada setiap periode waktu untuk tiap-tiap mata pelajaran. Karena begitu banyak materi pelajaran yang harus kalian pelajari, maka kamu harus bisa memahami konsep-konsep dari setiap mata pelajaran tersebut ecara sistematis. Kemudian ukurlah sejauh mana kemampuan yang sudah kamu miliki. Untuk mengtahui seberapa besar kemampuan yang kamu miliki, kamu dapat mengikuti try-out secara berkala atau melakukan simulasi di rumah. Setelah megetahui nilai yang dapat dicapai, barulah tentukan jurusan dan PTN yang kamu anggap paling tepat.

3. Persiapan Teknis
a.  Jangan lupa untuk survei tempat SNMPTN minimal 2 hari sebelumnya. Pada saat hari ujiannya kalau bisa datangjangan terlalu pagi atau terlambat. Kalau terlalu pagi kamu akan bosan menunggu, kalau dating terlambat akan tidak bisa berkonsentrasi dalam mengerjakan soal karena terburu-buru waktu dan bahkan kamu tidak akan diijinkan untuk mengikuti ujian. Waktu optimalnya kira-kira 15 menit sebelum masuk.

b.  Persiapkan kartu ujian, alat tulis seperti pensil 2B (jangan lupa bawa cadangan) penghapus, rautan, pulpen, dan papan ujian (untuk mengantisipasi jika ruang ujian tidak tersedia meja yang memadai.

c.  Pilihlah kursi atau tempat duduk yang nyaman untuk mengerjkan ujian. Pertahankan posisi duduk tegak dan rileks jangan terlalu tegang.

d.  Isi formulir dengan tepat dan hati-hati. Tidak boleh kotor, basah, terlipat atau lecek. Karena formulir SNMPTN akan dibaca oleh komputer sehingga hal-hal tersebut sangat berpengaruh.

e.  Kerjakan soal yang kamu anggap paling mudah terlebih dahulu, baru meningkat ke yang sedang kemudian yang sulit, sisakan waktu minimal 15 menit untuk memindahkan ke lembar jawaban. Jika ada soal-soal yang terlalu sulit, jangan memaksakan diri untuk mengerjakannya, segera pindah untuk mengerjakan soal-soal yang lebih mudah, itu akan lebih baik. Jangan memberikan jawaban asal-asalan lebih baik memberikan kosong dari pada memberikan jawaban yang spekulatif.

f.   Jangan terburu-buru untuk meninggalkan ruangan setelah menjawab semua soal-soal ujian, periksa kembali jawabanmu. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa, dan tanda baca (jika terdapat soal essai). Untuk jawaban matematika, periksa kembali bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan decimal).

Semoga sukses… !!!
Dari berbagai sumber

Tips Belajar Fisika

“Gimana sih, supaya bisa Fisika ?” atau “Fisika kok susah ya ?” mungkin pertanyaan-pertanyaan itu sering dilontarkan oleh sebagian pelajar yang meganggap Fisika sebagai pelajaran yang sulit. Sebenarnya, belajar Fisika itu sama saja dengan belajar mata pelajaran lainnya, yang membedakan hanyalah bidang yang dipelajarinya.
Nah, bagi kalian yang merasa kesulitan dalam belajar Fisika dalam tulisan ini ada sedikit tips-tips bagaimana Fisika yang sulit ini jadi ‘kelihatan’ lebih mudah. Bagaimana caranya ?

1.  Pahami terlebih dahulu konsepnya
Dalam Fisika kamu harus paham apa sih yang akan dipelajari ? Apa kegunaannya ? Ada tidak relevansinya dengan kehidupanmu ? Karena belajar Fisika bukan hanya dengan cara menghafal rumus-rumus. Rumus Fisika itu punya makna dan cerita di baliknya. Oleh sebab itu, pahami alur rumus dari konsep awal sampai menjadi rumus akhir. Tujuannya adalah supaya kamu mengerti dari mana rumus-rumus itu berasal, semenjak konsep yang mendasarinya sampai menjadi rumus akhir, kecuali beberapa rumus yang sudah merupakan definisi dan rumus ini biasanya sangat sederhana. Setelah kamu mengerti rumus tersebut maka akan sangat mudah untukmu menghapal rumus tersebut.

Ingat, konsep itu tidak bisa diafal, konsep hanya bisa dipahami. Oleh karena itu, untuk memudahkanmu memahami konsep, cobalah buat sebuah peta konsep. Peta konsep adalah rangkuman yang kamu bikin mirip peta untuk menunjukkan posisi sub pokok bahasan. Dengan membuat peta konsep kamu akan lebih mudah mendefinisikan posisi pemecahan masalah dengan benar.

Dengan memahami konsep secara baik dan benar kamu dapat menjelaskan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan denan ilmu Fisika. Dengan memahami konsep secara baik dan benar rumus-rumus yang sulit dengan sendirinya akan terpahami dengan mudah.

2.  Pelajari mulai dari tingkat yang paling dasar
Biasanya rumus-rumus Fisika di buku yang kelihatannya sangat rumit sebenarnya berasal dari konsep yang sederhana. Misalnya konsep tentang gaya atau tentang energi, yang diturunkan menjadi rumus akhir yang dibutuhkan. Pelajari konsep-konsep tersebut dahulu sebelum pergi ke rumus akhir. Pelajari konsep-konsep secara berurutan sehingga kamu dapat memahami alur dan kesaling berkaitan di antara konsep tersebut

3.  Latihan mengerjakan soal-soal
Hal utama yang perlu diperhatikan dalam mempelajari Fisika adalah sesering mungkin berlatih mengerjakan soal. Kalau kamu sering mengerjakan soal Fisika dengan sendirinya rumus-rumus akan selalu teringat sekaligus kamu juga akan semakin memahami konsep Fisika. Dalam mengerakan soal kamu harus bisa mengetahui maksud dan arah pertanyaan dari soal tersebut. Artinya pahami soal dan ketahui apa yang ditanyakan. Dengan begitu kamu lebih mudah mengerjakannya.

Ingat kerjakan soal dari yang termudah dahulu ya,… setelah soal yang mudah ditaklukkan baru lanjut ke soal yang lebih sulit. Oh iya, kalau kamu mengerjakan latihan soal yang terdapat jawaban dan pembahasandari soal tersebut jangan terburu-buru untuk melihat pembahasannya tapi cobalah untuk mengerjakan soal tersebut terlebih dahulu.

4.  Kembangkan soal yang lebih sulit agar pengetahuan lebih mendalam
Cobalah mulai berkenalan dengan soal-soal yang lebih sulit atau bervariasi. Keberhasilan kita menaklukkan soal dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi akan membawa suatu kenikmatan yang berbeda. Buatlah coretan atau gambar yang mudah kamu pahami atas soal yang kamu baca. Coretan boleh dalam bentuk gambar atau catatan yang penting bisa kamu pahami. Gambar dan coretan itu bisa membantu logika dalam memahami soal.

5.  Belajar bersama
Kalau bosan dan pusing belajar sendiri, cobalah cari temanmu yang lebih memahami Fisika untuk berdiskusi. Kadang dengan berdiskusi kita akan lebih paham dan “nempel” konsep-konsep yang sedang kita pelajari.

Selamat belajar…..
Dari berbagai sumber

Kiat Lulus Seleksi Beasiswa

Umumnya kesempatan untuk mendapatkan beasiswa sangat besar bagi orang yang memiliki nilai akademis tinggi. Namun hal tersebut tidak selalu menjamin seseorang bisa lulus untuk mendapatkan beasiswa. Karena ternyata untuk mendapatkan beasiswa itu gampang-gampang susah loh. Berhubung beasiswa adalah kesempatan langka yang tidak semua orang beruntung bisa mendapatkannya, maka prosesnya pun berjalan panjang dan sangat kompetitif.
Sebenarnya setiap lembaga pendonor dana beasiswa menerapkan cara-cara dan tahapan seleksi yang berbeda-beda. Walaupun demikian, umumnya tahapan yang diterapkan memiliki cukup banyak kesamaan. Tahapan seleksi yang pada umumnya sama dilakukan oleh sebagian lembaga pendonor adalah seleksi administrasi, tes tulis, tes wawancara, dan penulisan essay rencana riset (biasanya khusus untuk program S2 dan S3).

1.  Seleksi Administrasi
Ini merupakan tahapan paling sulit untuk memperkirakan peluangnya. Teliti berkali-kali kelengkapan dokumen yang diminta. Pastikan detail persyaratan yang tercantum, karena bila satu  persyaratan saja tidak tepenuhi, jangan harap kamu dapat lolos seleksi. Mengisi formulir aplikasi jangan terlalu umum, namun juga jangan terlalu detail sehingga membingungkan yang membacanya. Bila aplikasi ditulis dalam bahasa Inggris, jangan lupa untuk mengecek grammar, spelling, dan konsistensi bahasa. Jangan segan-segan untuk meminta orang tua, teman, atau siapa pun yang jago berbahasa Inggris untuk mengoreksi aplikasi kamu.

2.  Tes Tulis
Jenis tes tulis umumnya diterapkan hampir di semua proses seleksi beasiswa. Jenis soal yang diberikan tentunya disesuaikan dengan tingkatan beasiswa yang kan diberikan, juga jurusan yang akan kamu ambil. Jenis mata pelajaran yang diujikan juga tergantung dari program yang kamu ambil.

Kamu bisa mempelajari berbagai tipe soal yang diujikan dalam tes tulis dari soal-soal yang sudah diujikan di tahun sebelumnya. Walaupun tiap tahun tentu soalnya akan berbeda, tetapi umumnya tipe soalnya tidak akan jauh berbeda dari tahun ke tahun. Setidaknya kamu sudah mengetahui tipe soal seperti apa yang akan diujikan, dan kamu dapat mengantisipasinya dengan mencoba mengerjakan soal-soal itu. Jangan sungkan untuk bertanya kepada teman maupun kakak kelas yang telah berhasil mendapat beasiswa tersebut.

3.  Seleksi Wawancara
Bila terpilih ke tahap seleksi wawancara, berarti setengah perjalanan telah berhasil kamu lewati. Namun biasanya tahap inilah yang sangat menentukan lulus atau tidaknya seorang calon penerima beasiswa. Oleh karena itu, kamu harus mempersiapkan tahap ini dengan sebaik-baiknya.

Jika kamu tinggal jauh dari kota yang ditunjuk untuk proses seleksi wawancara, usahakan untuk dating satu hari sebelumnya agar kamu tidak terlambat dating ke wawancara. Jangan lupa survey tempat sehari sebelumnya. Bila naik kendaraan umum, cari tahu kendaraan apa yang harus digunakan. Penting juga untuk mengestimasi waktu yang diperlukan pergi ke tempat wawancara tersebut. Sebisa mungkin datanglah 30 menit lebih awal. Dan berpakaianlah yang rapi atau sesuai aturan.

Persiapan selanjutnya yang harus dimiliki adalah kesiapan mental dan kemampuan dalam menjawab setiap pertanyaan dari pewawancara secara diplomatis. Kadar potensi, kegigihan, kemauan, niat baik, dan harapan di dalam dirimu itulah yang akan di fokuskan oleh pewawancara. Karena dari situlah pemberi beasiswa akan menilai dan menakar perkembanganmu bagi kebutuhan institusi pemberi beasiswa di masa depan.

Karena bahasa yang digunakan dalam wawancara adalah bahasa Inggris, tidak ada salahnya dari jauh-jauh hari kamu berlatih dahulu. Tunjukkanlah sikap yang santun ketika sedang diwawancara. Bersikaplah se-rileks mungkin dan jangan menunjukkan sikap tegang atau gugup. Umumnya pertanyaan yang diajukan adalah seputar dokumen aplikasi, sehingga kamu tidak perlu kuatir akan ditanya dengan pertanyaan yang aneh-aneh.

Perlu diingat bahwa tip pewawancara hanya bertanya untuk mendapatkan penjelasan, bukan untuk menguji pengetahuanmu sehingga jangan memberikan jawaban yang berbelit-belit, tapi cukup jawab apa yang ditanyakan saja, tidak perlu melebar ke mana-mana, kecuali jika memang diminta untuk menjelaskan. Usahakan setiap jawaban disertai contoh. Bila ternyata pewawancara menanyakan pertanyan yang sifatnya pribadi, jangan terpancing untuk menceritakan masalah pribadimu. Jawab saja setiap pertanyaan seperlunya.

4.  Menyusun Rencana Studi
Dalam menyususn rencana studi, sebaiknya kamu memberikan alas an yang kuat mengapa kamu memilih bidang studi tersebut. Bisa dengan memaparkan latar belakang bidang studi dan juga pentingnya bidang studi tersebut bagi kemajuan di Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam memilih program studi, usahakan itu benar-benar merupakan minat kamu sendiri, bukan karena pengaruh orang lain. Sebab nantinya penyeleksi beasiswa akan memintamu untuk menjelaskan tentang rencana studimu tersebut.

Kalau berdasarkan minatmu, maka akan lebih mudah bagimu untuk memaparkan rencana studimu itu. Karena para penyeleksi beasiswa biasanya cukup ahli dalam menafsirkan bahasa pelamar beasiswa dalam essay yang mereka tulis. Dari sana mereka akan tahu apakah kamu benar-benar minat dengan bidang yang kamu pilih atau hanya sekedar ingin tahu saja. Lagi pula, kalau dari awal saja kamu sudah tidak bisa mantap dengan pilihanmu, maka dikhawatirkan nantinya akan berpengaruh pada saat menjalani kegiatan perkuliahan yang sebenarnya

Selamat mengejar beasiswa impianmu !
Dari berbagai sumber

Kiat-Kiat Dalam Mencari Beasiswa

Saat ini, telah banyak beasiswa yang ditawarkan baik dari dalam maupu di luar negeri. Jika kamu berminat untuk mengikuti salah satu program beasiswa yang ada, alangkah baiknya kamu meyakinkan diri terlebih dahulu bahwa kamu memang mau belajar, dan mengetahui apa yang akan kamu sumbangkan kepada orang banyak sesudah kamu selesai melanjutkan studi.

Proses beasiswa berjalan panjang dan sangat kompetitif. Karena itu kamu harus paham dan yakin betul mengenal langkah yang kamu ambil saat mendaftar beasiswa.
Menurut sumbernya, beasiswa itu dibagi menjadi 3 (tiga) jenis yaitu pertama, beasiswa yang berasal dari kerjasama internasional universitas/institusi di luar negeri misalnya UGM dengan Tokyo University, dan lain-lain. Keduan, beasiswa yang berasal dari lembaga pemerintah/departemen seperti Kementrian Pemuda dan Olah Raga, Deplu, dan lain-lain. Ketiga, beasiswa yang berasal dari lembaga/institusi/organisasi internasional seperti DAAD, IIEF, dan lain-lain.

Jika melihat dari sifatnya, beasiswa terdiri dari dua jenis yaitu beasiswa yang bersifat penuh dan beasiswa yang bersifat parsial/sebagian. Sedangkan menurut jangka waktunya, beasiswa dapat dibagi menjadi 3 (tiga) jenis yaitu beasiswa untuk kuliah yang bersifat jangka panjang (S1, S2, S3, dan pnelitian), beasiswa pertukaran pelajar/mahasiswa/pemuda (1 bulan – 1 tahun), dan beasiswa event internasional (hitungan hari sampai maksimal 1 bulan).

Dalam mendapatkan beasiswa dibutuhkan usaha keras, ulet sistematis, dan terukur. Tidak hanya cukup dengan prestasi akademik maupun kemampuan berbahasa Inggris. Lebih dari itu, jika serius ingin mendapatkan beasiswa, persiapkan semua sejak dini dan terprogram. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mencari beasiswa :

1.  Cari Info Sebanyak Mungkin
Karena rotasi beasiswa itu hanya setahun sekali, setiap beasiswa harus dipersiapkan dengan matang. Luangkan waktu untuk berburu berbagai informasi beasiswa, persyaratan-persyaratan hingga tenggat waktunya. Buatlah daftar sebanyak-banyaknya pihak – pihak yang rutin menyelenggarakan beasiswa, baik nasional maupun internasional. Baca detail persyaratannya apakah kamu memenuhi syarat, pikirkan cocok atau tidakdengan latar belakang pendidikan dan bidang yang kamu tuju karena banyak beasiswa yang bersifat spesifik pada bidang tertentu.

Kemudian minta petunjuk orang yang pernah mendapat beasiswa itu. Galilah engalaman mereka karena ini penting untuk mendapatkan metode khusus pengajuan beasiswa. Selidiki kebiasaan dan budaya pemberi beasiswa. Karena dalam budaya Indonesia kita terbiasa menulis surat yang bertele-tele, sedangkan budaya barat biasanya mereka ingin surat yang terstruktur, singkat, dan padat.

2.  Lengkapi Dokumen – Dokumen
Biasanya syarat untuk mendapatkan beasiswa adalah bahasa asing. Kebanyakan beasiswa internasional meminta internasional TOEFL atau IELTS. Selain itu indeks prestasi, prestasi diluar akademik, serta pengalaman berorganisasi maupun pengabdian masyarakat juga menjadi persyaratan yang harus dipenuhi. Oleh sebab itu, persiapkan dokumen – dokumen tersebut jauh hari sebelumnya. Jika diminta, siapkan juga proposal riset yang ingin dilakukan kelak.

3.  Ikuti Arah Petunjuk
Perhatikan petunjuk yang diberikan oleh panitia. Pastikan bahwa kamu sudah menjawab semua pertanyaan dengan jelas dan memuaskan. Jagan pernah mencantumkan informasi yang tidak lengkap. Jangan segan – segan, apalagi malas untuk meng-edit aplikasimu. Jika perlu bacalah keras – keras untuk meyakinkan apa yang telah kamu tulis. Pilihlah beberapa teman atau anggota keluargamu untuk mendengarkan bacaan aplikasimu. Ini penting agar mereka bisa membantu mengingatkan hal – hal yang salah atau mungkin terlewatkan.

4.  Perhatikan Tenggat Waktu
Persiapkan yang matang dan terjadwal, kapan harus meminta surat rekomendasi dan meminta kepada siapa, kapan harus memasukkan dokumen, dan seterusnya. Aturlah sedemikian rupa agar kamu punya cukup waktu untuk mengisi aplikasi beasiswa, sehingga kamu dapat menyerahkannya tepat pada waktunya. Aplikasi – aplikasi yang terlambat tidak akan dipertimbangkan. Batas waktu pengajuan harus benar – benar diperhatikan mengingat pengajuan beasiswa merupakan sebuah kompetisi. Memperhatikan batas waktu sangat bermanfaat untuk membuat perhitungan waktu selama persiapan – persiapan pemenuhan persyaratan beasiswa.


Selamat Mencoba… !!!
Dari berbagai sumber

Kiat Belajar yang Efektif part 2

6.  Buat Kesimpulan
Baca ulang catatan pelajaran atau pun catatan kecil yang telah kamu susun, kemudian buatlah kesimpulan dengan kata – katamu sendiri. Dengan demikian kamu akan mendapakan inti dari keseluruhan apa yang telah dipelajari.

7.  Pelajari Materi yang Masih Belum Dipahami
Pelajari materi yang paling sulit atau yang membosankan terlebih dahulu. Biasanya orang akan cenderung untuk mengesampingkan sesuatu yang tidak disukainya. Padahal, sering kali penyelesaian masalah tersebut membutuhkan energi intelektual yang lebih banyak. Sebaiknya simpan pelajaran yang kamu sukai untuk dipelajari belakangan sebagai hadiah setelah mempelajari bagian yang sulit. Jika sudah merasa mantap dengan pelajaran tersebut maka ujilah diri sendiri dengan soal – soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Kemudian pelajari kembali soal – soal yang salah dijawab.

8.  Hindari SKS (Sistem Kebut Semalam)
Biasanya hal yang sering dilakukan oleh pelajar jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat adalah dengan belajar hingga larut malam/begadang. Sebaiknya hindari belajar dengan cara seperti itu karena akan membuat badan kamu menjadi meriang dan sakit. Otak manusia itu punya batas karena otak dirancang untuk bekerja efisien. Apabila ada pemahaman baru, maka pemahaman yang lama akan dihapus dan diganti dengan pemahaman baru tersebut. Pemahaman yang kita peroleh sifatnya bertahap yang semakin lama akan semakin bagus. Nah, ini yang disebut dengan kemampuan belajar.

9.  Belajar Kelompok           
Cara termudah untuk belajar sesuangguhnya adalah bila dilakukan secara bersama – sama. Prinsip belajar ini hamper selalu efektif bagi setiap orang, apa pun karakter belajar yang dimilikinya. Selain itu belajar juga menjadi terasa lebih menyenangkan dan ringan bila dilakukan secara bersama – sam. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang lebih pandai ini bisa membantu menjelaskan materi pelajaran kepada teman – temannya yang lain. Mengajari teman lain tentang materi yang baru diulang bisa membuatmu selalu ingat akan materi tersebut. Bagusnya lagi, kamu kan menjadi lebih paham akan materi tersebut.

10.  Jangan Lupa Istirahat
Kalau sudah jenuh istirahatlah beberapa saat untuk mengendurkan otot termasuk mata. Kamu dapat berdiri, berjalan keliling ruangan atau ngemil. Setelah itu mulailah lagi focus pada pelajaran. Dengan begitu, tidak terasa otak akan bertahan cukup lama untuk belajar.

Nah, langkah di atas hanya merupakan masukan untuk membantu kamu dalam belajar. Karena terkadang setiap orang sudah memiliki gaya dan cara belajarnya masing – masing. Tidak kalah pentingnya adalah utamakan prioritasmu sendiri. Jadi, coba buat target yang kamu percaya kamu mampu meraihnya, dan bukan apa yang dipikirkan orang lain. Oleh sebab itu, pilih cara terbaik mana yang paling pas dengan kondisimu.

 Selamat Mencoba !             
Dari berbagai sumber 

Kiat Belajar yang Efektif part 1

Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Namun, sudah efektifkah cara belajarmu selama ini ? Berikut ini adalah beberapa kiat yang dapat menjadi masukan agar cara belajarmu menjadi lebih efektif.

1.  Buat Rencana Belajar
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu, ada baiknya jika kamu membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kamu lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan lagi. Buatlah daftar target lengkap, mulai belajar sesuai urutan dafatr. Hanya berpindah ke target nomor dua apabila target nomor satu telah tercapai. Bisakah untuk belajar setiap hari pada jadwal yang telah kamu tetapkan ?

2.  Pilih Waktu Belajar yang Tepat
Buat tubuhmu se-segar mungkin, dengan begitu pikiranmu juga akan menjadi segar untuk belajar. Setiap orang berbeda – beda dalam mengkondisikan waktu belajarnya. Ada yang menyukai belajar di siang hari, ada juga yang malam hari. Namun, sesungguhnya waktu yang paling efektif untuk belajar adalah sebelum makan malam dan beberapa jam sesudahnya. Pada waktu-waktu ini proses belajar akan lebih cepat sehingga kita tidak perlu belajar sampai larut malam.

3.  Cari Suasana yang Paling Nyaman
Ciptakan suasana ruang belajarmu senyaman mungkin supaya kamu betah berada disana. Bisa dengan memutar music, menghiasi kamarmu dengan kata – kata yang bisa memberi motivasi atau dengan menggantungkan piagam penghargaan yang kamu dapat sehingga kamu menjadi lebih termotivasi untuk kembali berprestasi. Selain di kamar, kamu juga bisa mencari tempat lain yang menurutmu nyaman dan dapat membantumu untuk lebih berkonsentrasi. Bisa di taman, di tempat sunyi, perpustakaan, atau tempat lainnya. Aturlah penerangan agar sesuai dengan keperluanmu, tidak terlalu redup dan tidak pula terlalu menyilaukan.

4.  Kenalilah Kepribadian Diri Sendiri
Setiap orang mempunya cara belajar yang berbeda – beda. Beberapa orang bisa belajar hanya dengan membaca, sebagian lain dengan mendengar, sedangkan yang lainnya lagi dengan menulis. Nah, kamu harus bisa menentukan sendiri gaya belajar seperti apa yang tepat untuk kamu terapkan. Jika kamu sudah tahu betul gaya belajar yang paling sesuai, maka saat mempelajari sesuatu akan menjadi lebih mudah dilakukan. Setelah itu lakukan secara konsisten.

5.  Buat Catatan – Catatan Kecil
Bagian – bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana – mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Ini akan membantumu mengingat dan sekaligus memudahkan bila mengulang kembali. Tulis catatan – satatan kecil itu dengan kalimatmu sendiri. Kalian dapat menuliskannya kembali dalam bentuk apa saja. Gambar, coretan, dan yang terbaik adalah catatan tertulis buatan tanganmu sendiri. Setelah itu gunakan warna yang menarik pada gambar atau tulisan tangamu tersebut. Warna dapat berefek otomatis dan kata – kata tersebut akan selalu menempel di mata. Hal ini dapat mengefektifkan belajar dan membuat kamu terus mengingat materi yang sedang dipelajari. Kemudian susunlah hubungan – hubungan yang terjadi dari catatan – catatan kecil tersebut. Buatlah semacam kerangka yang menjelaskan dari awal sampai akhir. Ini akan membantumu untuk memahami pelajaran yang dipelajari, dengan demikian otak akan terlatih untuk menganalisis sebuah permasalahan.

Tips Saat Menghadapi Ujian

Sebagai seorang pelajar pasti akan selalu dihadapi dengan yang namanya ujian/ulangan/test, baik tes menjawab pertanyaan guru, ulangan harian, ujian akhir, atau pun tes masuk perguruan tinggi negeri. Jangan takut dan bosan dengan namanya ujian karena ujian merupakan sebuah ukuran untuk melihat kemampuanmu dalam menghadapi materi pelajaran di sekolah, atau dalam melakukan tugas – tugas tertentu.
Dalam mengerjakan soal ujian tentunya kamu tidak cukup mengandalkan hapalan yang kamu miliki. Sukses atau gagalnya ujian yang kamu hadapi tergantung dari persiapan fisik maupun mentalmu. Selain itu, strategi yang kamu pilih untuk menyelesaikan soal juga menjadi kunci sukses atau tidaknya dalam mengerjakan tes atau ujian.
Nah, ada beberapa tips yang mungkin dapat membantu kamu dalam menghadapi ujian. Simak dengan baik tips-tips di bawah ini dan coba praktekkan ! Dalam menghadapi ujian yang harus kamu lakukan adalah :

1.  Siapkan peralatan ujian dengan baik
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan seperti pensil, pulpen, kalkulator, jam (tangan), penghapus, tip – ex, penggaris, dan lain – lain. Perlengkapan ini akan membantu kamu tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.

2.  Datanglah lebih cepat sebelum ujian dilaksanakan
Dengan dating lebih awal (minimal 15 menit sebelum ujian dilaksanakan), kamu akan punya waktu untuk mempersiapkan mental dan fisik kamu yang akhirnya akan membantumu untuk lebih berkonsentrasi selama mengerjakan ujian.

3.  Tenang dan percaya diri
Sebelum mengerjakan ujian biasakan untuk berdo’a. Dengan berdo’a kamu akan lebih tenang dan percaya diri. Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia akan mengerjakan ujian dengan baik.

4.  Jangan tegang santailah dalam mengerjakan setiap ujian
Jika kamu tegang saat ujian, maka akan merusak konsentrasimu. Santai saja dan pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian.

5.  Baca perintah soal dan preview soal – soal ujianmu dahulu
Sebelum mulai mengerjakan ujian janganlah terpancing untuk langsung melihat soal dan mengerjakan soal, bacalah perintah soal ujian dengan baik dan tidak terburu – buru. Sebab seringkali perintah untuk menjawab tidak sesuai dengan ujian yang lainnya. Tandai kata – kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing – masing soal. Ketika kamu membaca soal – soal, catat juga ide – ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

6.  Seleksi soal terlebih dahulu
Seleksi soal maksudnya adalah seleksilah soal yang kamu anggap mudah untuk dapat dikerjakan terlebih dahulu, kemudian baru mengerjakan soal – soal yang sulit. Soal yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya dan soal yang memiliki nilai terkecil juga dikerjakan terakhir. Hal ini akan membantumu mengurangi pemborosan waktu menjawab.

7.  Metode menjawab soal
Biasanya ada dua tipe soal pada ujian yang akan kamu hadapi. Oleh karena itu kamu harus bisa membuat strategi dalam menjawab.

a.  Soal – soal pilihan ganda
Langsung abaikan jawaban yang kamu anggap salah. Apabila digunakan hukuman pengurangan nilai pada jawaban yang salah, jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu ragu dengan jawabanmu tersebut. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin atas koreksi yang kamu lakukan. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai atau ketika tidak adapilihan jawaban yang dapat kamu abaikan.

b.  Soal ujian essai
Pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis. Buatlah kerangka jawaban singkat untuk essai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Usahakan untuk menuliskan secara langsung poin pertama dari jawaban sehingga jawabanmu tidak akan melenceng kemana – mana. Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf – paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin – poin utama secara mendetail.

8.  Baca kembali
Hindari keinginan untuk meninggalkan kelas dengan segera setelah kamu menjawab semua soal – soal ujian. Bacalah kembali dengan teliti jawaban yang sudah kalu tulis, cek ejaan, struktur bahasa, dan tanda baca pada bagian jawaban soal essai sehingga jika ada kekurangan kamu akan dapat segera memperbaiki.

9.  Tutup dengan do’a
Sebagaimana kamu berdo’a untuk memulai mengerjakan ujian, berdo’alah juga setelah selesai mengerjakan. Semoga apa yang sudah kamu kerjakan benar dan mendapat nilai yang baik.

Semoga sukses… !!!
Dari berbagai sumber

Tips Memilih Jurusan Komputer

Bagi kalian yang baru lulus atau masih sekolah dan sedang merencanakan ingin masuk ke jurusan apa, mungkin sempat terpikir ingin masuk ke jurusan perkomputeran. Namun sebelum menentukan jurusan perkomputeran yang akan dipilih, ada baiknya kalian mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai jurusan tersebut.

Apakah terdapat perbedaan antara jurusan Teknik Informatika, Sistem Informatika, Teknik Komputer, dan Manajemen Informatika ? Dan bagaimana prospek kedepannya yang bagus ? Menurut Romi Satria Wahono (pencetus website www.ilmukomputer.com), kurikulum bidang komputer di Indonesia mengacu dan mengadaptasi Computing Curricula, yaitu panduan kurikulum bidang komputer (computing) yang diterbitkan secara bersama oleh ACM (The Associantion for Computing Machinery), AIS (The Assiciation Information System), dan IEEE – CS (The IEEE Computer Society).
Ketiga asosiasi kenamaan dunia tersebut bergabung membentuk suatu gugus tugas untuk mentusun kurikulum terkait dengan dunia perkomputeran yang kemudian diacu oleh banyak institusi pendidikan di seluruh dunia.
Adaptasi dan acuan kurikulum di Indonesia adalah :
1.   Computer Science, untuk program studi (jurusan) Teknik Informatika atau Ilmu Komputer.
2.   Computer Enginering, untuk program studi (jurusan) Sistem Komputer atau Teknik Komputer
3.   Informatika System, untuk Sistem Informatika atau Manajemen Informatika.
Sedangkan Software Engineering dan Information Technology, di Indonesi bukan merupakan program studi (jurusan) karena masih bisa masuk salah satu bagian dari Teknik Informatika atau Ilmu Komputer. Semua program studi (jurusan) tersebut sebenarnya memiliki mata kuliah yang boleh dikatakan “sama”, hanya pembobotannya saja yang berbeda. Bobot inilah yang nantinya menentukan jalur karier dan bidang kerja lulusan. Secara singkat, deskripsi dan kompetensi masing – masing jurusan tersebut adalah :
Computer Engineering (Jurusan Sistem Komputer atau Teknik Komputer) mempelajari tentang bagaimana mendisain dan merancang konstruksi komputer dan sistem berbasis komputer yang baik. Ilmu yang terlibat adalah mengenai hardware, software, komunikasi dan tentu saja memahami proses interaksi antara bagian tersebut. Jurusan ini diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu mendesain dan mengimplementasikan sistem yang terintegrasi baik software maupun hardware.
Computer Science (Jurusan Teknik Informatika atau Ilmu Komputer) mempelajari antara lain tentang bagaimana mengembangkan robotic, computer vision, intelligence system, bio – informatika, dan hal – hal lainnya yang terkait dengan pengembangan komputer kedepannya. Untuk itu, ilmuwan komputer ini harus mempelajari berbagai hal secara teoritis hingga dasar – dasar algoritma dan mengetahui cara mengimplementasikannya. Jurusan ini diharapkan menghasilka lulusan dengan kemampuan cukup luas dimulai dari penguasaan teori (konsep) dan pengembangan software .
Information System (Jurusan Sistem Informasi atau Manajemen Informatika) mempelajari antara lain tentang bagaimana membangun dan mengintegrasikan solusi teknologi informasi dengan proses bisnis yang ada, sehingga suatu institusi bisnis akan dapat mencapai tujuannya dengan efektif dan efisien. Jurusan ini diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu menganalisis kebutuhan (requirement) dan proses bisnis (business process) serta mendesain sistem berdasarkan pada tujuan organisasi.
Information Technology mempelajari antara lain tentang bagaimana sebuah sistem informasi di sebuah institusi sudah tepat keberadaannya, berfungsi sesuai harapan, mudah dalam pengaturan operasional, serta aman. Selain itu, aspek non teknis semisal memahami kebutuhan dari pengguna akhir, menterjemahkan kebutuhan manajemen, dan hal – hal praktis lainnya juga dipelajri. Jurusan ini diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu bekerja secara efektif dalam merencanakan, mengimplementasikan, mengkonfigurasi, dan memaintain infrastruktur teknologi informasi dalam organisasi.
Software Engineering mempelajari antara lain tentang bagaimana merancang, membangun, dan memelihara sebuah sistem software yang reliable, efisien, efektif serta mudah dikembangkan dan dapat memenuhi kebutuhan dari customer atau pengguna. Jurusan ini diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu mengelola aktivitas pengembangan software yang beskala besar dalam tiap tahapannya.
Semoga kalian tidak bingung lagi ya… mengenai jurusan komputer yang akan kalian pilih. Mengenai jurusan mana yang baik, ini tergantung pada minat, keinginan, dan potensi yang kalian miliki.

Selamat memilih jurusan…. !!!
Sumber : romisatriawahono.net dan sumber lainnya

Kiat-Kiat Memilih Jurusan Di Perguruan Tinggi Part 2

3.  Lokasi dan Biaya
Aspek lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adlah kemamampuan finansial. Jika kalian memiliki dana yang terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biasa hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikannya tidak terlalu tinggi. Kenyataan menunjukkan banyak mahasiswa yang terpaksa berhenti kuliah karena kendala finansial ini. Jika dana yang kalian miliki belum mencukupi, maka jangan menyerah, masih banyak cara lain untuk menggapai cita – cita. Caranya, kalian dapat mencari beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu/freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana kalian. Jangan jadikan uang sebagai factor yang sangat menghambat masa depan kalian.

4.  Lihat Prospek Kerja dari Jurusan Tersebut
Lihatlah ke depan setelah kalian lulus nanti, apakah jurusan yang kalian ambil nanti dapat mengantarkan kalian mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik ? Oleh sebab itu, kalian harus pelajari dan pahami dulu dengan seksama profil dari jurusan yang akan kalian pilih. Gali informasi mengenai apa yang dipelajari dalam jurusan tersebut, prospek kerjanya maupun hal – hal teknis yang berhubungan dengan jurusan tersebut.

Banyak jurusan yang saat ini lulusannya menganggur. Karena saat ini pasar kerja tidak hanya memerlukan ijazah tetapi yang terpenting adalah kemampuan dan ketrampilan dari lulusan perguruan tinggi tersebut. Oleh karena itu, perlu juga dijadikan dasar dalam pencarian perguruan tinggi yang mempunyai suasana dan metode perkuliahan yang dapat mendukung upaya peningkatan kompetensi para mahasiswanya. Tetapi jika kompetensi, keberanian, dan kemampuan kalian jauh dari orang – orang normal, maka jurusan apa pun yang kalian ambil sah – sah saja.
Pada dasarnya kehidupan sebagai mahasiswa sangatlah mengasyikan bagi yang benar – benar menganggap bahwa kuliah itu merupakan pilihan hidup yang harus dijalani. Lalui saja, enjoy dan buang segala rasa takut, cemas, bingung, dan sejenisnya ketika kamu mulai melangkah memasuki dunia kehidupan akademis yang baru. Sambut harimu dengan senyuman dan semangat baru.

Selamat berjuang … !!!
Dari berbagai sumber

Kiat-Kiat Memilih Jurusan Di Perguruan Tinggi part 1

Bagi kalian yang sudah memasuki kelas 3 (tiga) SMA, pasti kalian sudah mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi jenjang selanjutnya yaitu perguruan tinggi. Untuk bisa masuk perguruan tinggi tidaklah mudah. Untuk itu sejak dini, perlu diperhatikan bagaimana cara memilih perguruan tinggi yang baik untuk masa depanmu. Pemilihan perguruan tinggi berkaitan dengan jurusan apa yang akan diambil.
Karena setiap perguruan tinggi memiliki keistimewan tersendiri pada tiap – tiap bidang jurusan yang ada dalam fakultasnya. Oleh karena itu, mulai dari sekarang coba pikirkan kira – kira ingin melanjutkan ke jurusan apa.
Memilih jurusan bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak factor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak – masak. Memilih tergesa – gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal bagi masa depanmu. Karena hal tersebut nantinya akan mempengaruhi kalian baik dalam hal akademis, psikologi, maupun pergaulan kalian di bangku perkuliahan. Nah, di bawah ini ada beberapa kiat dalam menentukan perguruan tinggi dan jurusan yang akan diambil kelak. Jadi, baca dengan seksama renungkan dan kemudian baru kalian pertimbangkan lagi jurusan apa yang akan kalian ambil.

1.  Menyesuaikan Cita – Cita , Minat, dan Bakat
Pahami betul diri kalian dulu, sebenarnya apa cita – citamu di masa depan nanti ? Ingin jadi apa ? Ingin bekerja dibidang apa nantinya ? Kamu harus bisa jujur dengan diri sendiri, jangan hanya hanya berdasarkan perintah orang tua atau terpengaruh oleh teman – temanmu yang lain. Karena bila ternyata jurusan yang telah terlanjur kalian pilih itu tidak sesuai dengan bakat dan minatmu, maka kalian akan menjalankan proses perkuliahan dengan perasaan kurang enjoy. Dan hal tersebut bisa berpengaruh dengan nilai akademis kalian sehingga nanti kalian bisa saja tidak menyelesaikan kuliah dengan tepat waktu.

Sebenarnya minat bisa dilacak dari nilai – nilai bidang studi selama kalian di bangku SMA. Misalnya, jika kalian suka menggambar pasti kalian cenderung memilih jurusan Teknik Sipil atau Teknik Arsitektur. Jika kalian suka dengan kimia pasti kalian cenderung untuk masuk ke jurusan Teknik Kimia dan sejenisnya. Sesuaikanlah jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat yang kalian miliki.

Kalu sudah yakin dengan minat dan bakatmu, mulailah menyaring jurusan – jurusan dari berbagai perguruan tinggi yang ada. Saringlah jurusan – jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatmu. Disamping itu, kalian juga harus menyesuaikan jurusan – jurusan tersebut dengan kemampuan yang kalian miliki. Ukur kemampuan kalian untuk melihat sejauh mana peluang menempati suatu jurusan di perguruan tinggi yang kalian inginkan. Caranya, bandingkan nilai – nilai try out yang kalian miliki dengan passing grade pada jurusan yang ingin kalian tuju tersebut.

Bagi yang telah memiliki cita – cita tertentu, maka lihatlah jurusan apa yang dapat membawamu menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan. Jika kalian sudah berada pada jurusan yang sesuai dengan meniat dan bakat yang kalian miliki, maka kalian akan lebih semangant lagi untuk belajar dalam upaya mengejar cita – cita di masa depan.

2.  Kumpulkan Informasi Selengkap Mungkin
Sebelum kalian menetukan pilihan jurusan, sebaiknya kalian kumpulkan dulu informasi selengkap – lengkapnya mengenai jurusan tersebut. Informasi – informasi tersebut bisa berasal dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, kakak kelas, teman mahasiswa, internet dan lain – lain. Pastikan bahwa orang yang menjadi sumber informasi tersebut adalah orang yang memang paham atau pun menguasai jurusan yang kalian tanyakan.

Informasi yang harus kamu gali adalah mulai dari profil jurusan tersebut, mata kuliahnya, praktek lapangan, dosen, lokasi, biaya, daya tamping jurusan/peluang diterima, fasilitas (laboratorium, perpustakaan, dll), kegiatan kampusnya, kualitas alumninya, dan sebagainya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu kalian dalam memilih jurusan.

Matrix Penutup

Terima Kasih Atas Kunjungannya..!!

Pesan Animasi